“ Pemilu bahkan bisa menyebabkan perpecahan keluarga hanya karena perbedaan pilihan, membuat keluarga tidak lagi saling menyapa. Oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting di samping untuk mengedukasi pemilih di Kota Kupang agar dapat menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani, juga mengedukasi masyarakat untuk cerdas memahami demokrasi yang sehat. Juga bagi warga yang nantinya berperan sebagai penyelenggara agar profesional dan tidak memihak ketika bertugas,” ujarnya.
Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diselenggarakan oleh KPU di Kelurahan Oesapa Barat tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan partisipasi dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas. Oleh karena itu, Wali Kota mengapresiasi langkah KPU yang melibatkan langsung masyarakat pemilih untuk menjadi kader pemilu yang akan membantu memotivasi, mensosialisasikan dan mengedukasi sehingga trend partisipasi dalam pemilu dan pemilihan dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
“Saya membaca ada trend penurunan partisipasi pemilih, dengan adanya perhatian dari KPU bisa mengajak saudara-saudara kita untuk ikut terlibat bersama-sama dalam pemilu sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat. Ini juga akan menjadi tanggung jawab kader yang dikukuhkan hari ini untuk bagaimana membantu pemerintah agar angka partisipasi pemilih meningkat, mengedukasi masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks, mengajak masyarakat sebagai pemilih cerdas untuk menghindari politik uang dan antisipasi perbedaan pilihan yang menimbulkan perpecahan di antara masyarakat ” pungkas Jeriko.+++
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











