Ia mengungkapkan, pemerintah memilih melakukan penghematan besar, termasuk memangkas perjalanan dinas dan tidak membeli mobil dinas baru, demi memastikan program rumah rakyat tetap berjalan.
“Satu mobil dinas bisa menghabiskan sekitar Rp800 juta. Kami memilih berkorban supaya bantuan seperti ini tidak hilang. Bantuan rumah tidak boleh kurang satu rupiah pun,” tegasnya.
Setiap unit rumah, lanjut Wali Kota, dibangun dengan anggaran Rp80 juta, namun kualitasnya jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia memastikan rumah-rumah tersebut dibangun dengan material dan hasil yang layak, aman, dan manusiawi.
“Saya minta Bapak Mama jaga rumah ini baik-baik. Rawatlah dengan cinta. Jadikan tempat tumbuhnya iman, pengharapan, dan masa depan anak-anak,” pesannya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harapan di tengah segala keterbatasan serta bersama-sama membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih.
“Tanpa harapan, sesungguhnya kita sudah mati. Mari kita jaga harapan itu bersama. Selamat Natal, Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











