Bantuan Makanan dan MCK
Dua hari warga para pengungsi tinggal di tenda darurat yang dibangun pasca terjadinya letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 November 2024 kemarin.
Mereka ingin segera kembali menempati rumah masing-masing. Namun, mereka belum bisa kembali ke rumah lantaran rumah mereka rusak. Bahkan, hasil panen mereka pun tak sisa satupun.
Salah satu warga asal Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Yohanes Mawun Lewa menceritakan bahwa ia belum bisa kembali ke rumahnya karena rusak akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki itu.
Curhatan Yohanes itu disampaikan langsung kepada calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) saat mengunjungi posko pengungsian warga korban letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada Selasa, 5 November 2024 malam.
“Kami sangat berterimakasih bapak sudah datang lihat kami. Kami sekarang susah, rumah kami rusak, hasil panen kami dan ternak pun kami tinggalkan. Tidak tahu kami pulang, kami tinggal dimana, makan apa. Semua rusak bapak,” ungkap Yohanes kepada Simon Petrus Kamlasi.
Di tenda darurat itu, Yohanes bersama keluarga dan sejumlah pengungsi lainnya mendapat bantuan makanan, MCK dari Simon Petrus Kamlasi.
“Kami masih trauma dengan musibah ini bapak. Ini memang alam punya mau bapak. Jadi kami sekarang pikir ini, kapan kami pulang dari sini, dan kedepannya kami seperti apa. Kami tidak tahu bapak. Rumah kami rusak total” pungkasnya.
Di hadapan SPK, Yohanes juga meminta agar pemerintah desa hingga pemerintah pusat bisa melihat keadaan mereka ke depan.
Sementara itu calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi menampung harap dari Yohanes Mawun Lewa itu. Namun, Simon Petrus Kamlasi menyebut, sebelum diperbaiki harus menghitung terlebih dahulu nominal yang akan dikeluarkan sambil mendata kerugian atas bencana tersebut.
Simon Petrus Kamlasi meminta kepada para korban bencana yang terdampak agar tetap sabar menghadapi musibah ini. Dia bilang, pengerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan.
“Kita akan lihat hal ini, karena kemungkinan kembali ke sana pun masih sulit. Saya akan melihat keadaan bapak dan mama semua ini,” ujar Simon Petrus Kamlasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











