Menurut SPK, dalam bidang kesehatan bukan saja mengenai alat – alat kesehatan namun juga bagaimana mempersiapkan mental dari seluruh tenaga kesehatan. Untuk itu, mari berjuang bersama untuk misi kemanusiaan dari tenaga kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Plt Ketua STIKES Maranatha NTT, Muhamad Salenua mengatakan bahwa Simon Petrus Kamlasi berani meninggalkan “menara gading” hanya untuk kepentingan masyarakat NTT.
Salenua mengatakan sikap dari Simon Petrus Kamlasi ini menunjukan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat NTT yang masih tergolong kurang mampu.
“Orang – orang seperti Simon Petrus Kamlasi (SPK) tidak banyak ditemui di NTT. Dan, Simon Petrus Kamlasi (SPK) tergolong orang – orang yang sudah terlepas dari diri sendiri atau tidak lagi mementingkan diri sendiri namun berpikir untuk banyak orang,” kata Salenua.
Dijelaskannya Stikes Maranatha telah melahirkan tenaga – tenaga kesehatan yang luar biasa dimana telah bekerja di luar negeri seperti Jepang, Jerman dan Arab Saudi.
Ia mengatakan kiranya kuliah umum bagi seluruh mahasiswa STIKES Maranatha NTT menjadi bekal berharga bagi masa depan tinggal bagaimana untuk menyiapkan SDM yang ada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











