Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi mengisahkan dirinya memiliki kedekatan dengan orang Lamongan. Salah satu teman asal Lamongan kata Simon Petrus Kamlasi pernah memodifikasi mobil pikap untuk kepentingan pertanian di kebun milik SPK, sapaan akrab Simon Petrus Kamlasi.
“Saya pernah merasakan hangatnya kasih sayang orang lain saat saya ada di luar NTT. Bagi saya, siapapun yang sudah tinggal dan menetap di NTT mereka adalah saudara. Saya tidak mau ada anak tiri atau anak kandung di NTT. Semua kita sama, anak Indonesia yang punya tanggungjawab bersama untuk membangun daerah dimana kita berada,” ujar Simon Petrus Kamlasi.
Seorang pemimpin kata Simon Petrus Kamlasi adalah sosok yang bisa diakses oleh semua masyarakat tanpa melihat golongan. Untuk itu, dia selalu membuka ruang komunikasi bagi siapa saja untuk bisa mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat yang punya latar belakang pekerjaan yang berbeda.
“Seorang pemimpin harus memasatikan rakyatnya tidak tidur dalam perut kosong. Itulah kenapa dia harus bisa mendengar setiap keluhan untuk dia bisa meramunya dalam sebuah kebijakan yang bisa menjawab setiap persoalan yang dihadapi rakyat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











