ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Melki Laka Lena Tak Mampu Jawab Pertanyaan SPK Soal Air Malah Pamer Kedekatan Orang Pusat

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Debat perdana pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan KPU NTT di Milenium Ballroom Kupang, Rabu (23/10/2024) petang, berlangsung penuh dinamika.

Dalam debat tersebut, paslon nomor urut 1 Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dan paslon nomor urut 2 Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma saling mengklaim kedekatan dengan Pemerintah Pusat.

Berbeda dengan paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) yang tetap fokus pada ide dan gagasannya membangun NTT, sesuai tema debat saat itu.

Paket SIAGA tak ikut-ikutan mengklaim kedekatan dengan siapapun di panggung debat, meski Prabowo Subianto adalah seniornya, serta sejumlah Menteri di Kabinet Merah Putih adalah adik kelasnya baik di SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer.

Baca Juga :  Anggota DPR RI  Terpilih Usman Husin  Ikut Kegiatan Lemhanas Perkuat Wawasan Kebangsaan

Ada hal yang tak kalah menarik dari debat yang disiarkan secara langsung melalui salah satu Televisi Nasional itu. Saat sesi tanya jawab antar paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi dan paslon nomor urut 2 Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma.

Saat itu, paslon nomor urut 3 melalui calon Gubernur (cagub) Simon Petrus Kamlasi bertanya ke paslon nomor urut 2 tentang bagaimana model inovasi pelayanan publik untuk meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh air bersih dan air pertanian, secara berkualitas dan merata.

Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan baik oleh Melki Lakalena. Ia malah mengalihkan hal itu pada jawaban yang diluar konteks pertanyaan. Ketua DPD I Golkar NTT ini justru  tebar pesona soal relasinya dengan pemerintah pusat hanya Ia dukung oleh Partai Gerindra.

Baca Juga :  Tepis Plesetan “ Timor Ko'uk Bijae dan Namkak” SPK Tegaskan Maju Calon Gubernur untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Orang Timor

Melki Laka Lena mengaku bersyukur karena banyak bendungan, embung serta waduk yang cukup banyak dibangun Pemerintah Pusat di NTT.

Pada kesempatan itu, lagi-lagi Melki Laka Lena menyebut program pusat bisa sampai ke daerah, kalau Kepala Daerahnya punya korelasi dengan koalisi nasional.

“Pertemanan boleh, tapi kalau bukan bagian dari koalisi pusat, maka tidak mungkin dikasi kucuran anggaran,” katanya.

Menurut dia, permasalahan yang terjadi di NTT adalah bagaimana memastikan air yang ada di bendungan, embung dan waduk dapat didistrbusikan kepada yang membutuhkan baik itu ke lahan pertanian maupun peternakan.

Baca Juga :  Paket Viktory Pertanyakan Kebijakan Verifikai Faktual Khusus KPU Kota Kupang

Pada kesempatan itu, Melki Laka Lena secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada Simon Petrus Kamlasi yang telah bekerja melakukan pendistribusian ke masyarakat, melalui sumber-sumber yang ada.

“Ini progam pemerintah pusat, sekali lagi ini bisa terjadi karena program pemerintah pusat. Hanya karena kita bagian dari koalisi nasional, program ini bisa dibawa ke NTT, bukan karena faktor pertemanan,” kata Melki.

Jawaban Laka Lena berbanding terbalik dengan fakta lapangan. Untuk diketahui, program TNI Manunggal Air itu lahir dari inovasi Simon Petrus Kamlasi tentang teknologi pompa hidram. Di NTT, dengan anggaran Rp22 Miliar untuk 80 titik, Simon Petrus Kamlasi melakukan efisiensi sehingga berhasil mengerjakannya hingga 400 titik.

  • Bagikan