Seperti diketahui, Refafi Gah adalah Ketua DPD Hanura NTT dan DPRD Provinsi terpilih di Pileg tahun ini. Keterpilihan Refafi Gah dan posisinya sebagai Ketua DPD Partai Hanura NTT dinilai menjadi surplus elektabilitas bagi Frans Aba yang berdasarkan survei terbaru masuk dalam 5 besar top of mind, sebuah posisi yang relatif meyakinkan bagi pendatang baru seperti Frans Aba yang tumbuh secara organik tanpa mesin partai.
Kedua pasangan ini bisa menjadi variabel jalan tengah dari simpang siur pencalonan paket-paket lainnya.
Hal ini mendapat validasinya dari tiga poin penting dalam hasil survei terhadap 1.064 responden yang dilakukan Swadaya Riset.
Pertama, alasan paling besar responden memilih nama-nama politisi terdahulu yang unggul hari ini adalah karena tanpa alasan (22,8%); kedua, terkait kemantapan responden perihal pilihannya, paling banyak (56,45%) menyatakan masih mungkin berubah, ketiga, nama Frans Aba selalu masuk dalam nominasi 5 besar top of mind (10,15% – 36,81%).
Dengan demikian, ketiga alasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa elektabilitas pasangan lain sebelumnya selalu dalam posisi rentan, karenanya bisa berbalik kapan saja kepada nama-nama lain yang juga potensial atau lebih segar dalam menawarkan gagasan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











