“Saya orang Rote tapi saya pilih pak Simon Petrus Kamlasi,” ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, SPK merupakan aset berharga dari Pulau Timor, khususnya kabupaten TTS.
“Ini bukan Rasis tapi saya orang Rote saja dukung pak SPK. Orang Timor akan sangat rugi jika tidak mendukung beliau (SPK),” ujar Ibrahim.
“Kalau tidak dukung SPK sekarang, maka butuh 40 sampai 50 tahun lagi baru bisa dapat orang cerdas tapi rendah hati seperti SPK,” imbuhnya.
Selain berkeliling dan menjaring aspirasi soal suka duka di pasar, SPK juga memborong dagangan para penjual jajanan (kue) kemudian dinikmati bersama warga.
“Saya masuk keluar pasar ini untuk menjaring aspirasi dari rakyat, agar bisa membuat kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan para pedagang kaki lima, pedaga ikan dan lainnya, jika paket SIAGA mendapat mandat dari rakyat sebagai Gubernur dan wakil gubernur NTT,” kata SPK.
Usai berkeliling dan tatap muka dengan para pedagang pasar Bena, SPK bersama tim melanjutkan perjalanan ke titik kampanye terbatas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











