ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Berkunjung ke Kampung Adat Namata, SPK Diberi Nama Sabu “Ama Pannu Pe “

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Sementara Simon Petrus Kamlasi pada kesempatan tersebut mengapresiasi penerimaan secara adat yang dilakukan oleh penunggu dan juru kunci rumah adat Namata. Dia merasa bangga karena dipakaikan pakaian adat Sabu dan disambut dengan adat yang membuatnya terharu.

“Ini sebuah moment yang tidak akan saya lupakan. Saya mendapatkan satu nama yang penuh makna. Diberi dengan tulus dan penuh doa. Jadi ketika bertemu dengan orang Sabu dimana saja, saya akan perkenalkan diri bahwa nama saya Ma Pannu Pe. Nama ini yang akan mengikat saya dengan orang Sabu Raijua sampai kapanpun,” ujarnya.

Simon Petrus Kamlasi mengatakan, Kampung adat Namata harus dijaga dan dipelihara keberadaannya sebagai simbol budaya dan harga diri orang Sabu Raijua. Kedepan, Pemerintah Provinsi di masa kepemimpinan SIAGA akan memberi porsi yang besar bagi Kampung adat dan rumah adat yang saat ini di ambang kepunahan.

Baca Juga :  Melki Laka Lena Tak Mampu Jawab Pertanyaan SPK Soal Air Malah Pamer Kedekatan Orang Pusat

“Dalam program kita SIAGA budaya itu ada revitalisasi rumah adat dan ini akan kita terapkan di kampung adat Namata ini. Kita tata dengan baik sarana dan prasarana pendukung supaya wisatawan yang datang bisa nyaman. Pariwisata kita jadikan sebagai prime mover dalam membangun NTT dan kita tata rumah adat dan kampung adat serta situs sejarah yang ada di mana saja di NTT,” ujar SPK.

  • Bagikan