ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Benny Laos Digantikan Istrinya Sherly Tjoanda di Pilkada Maluku Utara

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Ibu Sherly sangat kuat. Kami sempat berkomunikasi melalui telepon, dan Beliau tetap tegar,” lanjut Rahmi. Ia mengimbau seluruh tim pemenangan untuk tetap solid dan menjaga semangat politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib naas menimpah rombongan kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 4 Beny Laos – Sabrin Sehe. Speedboat yang mereka tumpangi untuk kampanye, meledak di Pelabuhan regional Bobong, Desa Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Sabtu, 12 Oktober 2024 dan menewaskan calon Gubernur Beny Laos .

“Speedboat dengan nama lambung Bela 72 yang mengangkut rombongan calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 4 atas nama Benny Laos bersama istri Sherly Tjoanda beserta rombongan, meledak dan terbakar di Pelabuhan regional Bobong ,” kata Kasat Intelkam Polres Pulau Taliabu, Iptu Ali Rahman Mahulauw seperti dilansir detikcom, Sabtu (12/10).
Iptu Ali mengatakan, speedboat saat itu sedang dalam kondisi berlabuh di pelabuhan. Kapal sementara pengisian bahan bakar minyak (BBM) sebelum berangkat. “Saat itu rombongan penumpang sudah naik dan berada di dalam speed dan sedang dilakukan pengisian BBM,” tuturnya.

Baca Juga :  Bawaslu TTU Temukan Adanya Pelanggaran Administrasi Oleh KPU Dalam Kaitan Dengan Pendaftaran Bacakada

Dia mengatakan, rombongan kapal hendak bertolak ke Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat. Para rombongan mendampingi Benny Laos yang akan melakukan kampanye. “Tiba-tiba terjadi ledakan dan disertai kobaran api yang menghanguskan seluruh body speedboat,” beber Ali.

Sementara itu Kapolres Taliabu, AKBP Totok Handoyo, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Wakapolres Taliabu, Kompol Sirajudin, bersama jajaran mendekati speedboat yang tengah bersandar. “Kompol Sirajudin dan Kasie Dokkes merapat untuk mengecek aktivitas paslon dan mengingatkan mereka untuk berhati-hati saat pengisian BBM,” ujar AKBP Totok Handoyo

Baca Juga :  Disaat Benny K Harman Menjawab Asa Buruh Pelabuhan Waikelo

ia menambahkan, saat pengisian BBM, kondisi mesin kapal, kompor listrik, AC, dan genset di dalam speedboat masih dalam keadaan menyala. Setelah Kompol Sirajudin dan jajaran turun dari kapal, ledakan terjadi tidak lama kemudian, disertai kobaran api yang langsung membesar.

“Saat pengisian BBM berlangsung, terjadi ledakan yang disertai kobaran api,” jelas AKBP Totok Handoyo. Api dengan cepat membakar seluruh badan kapal, dan beberapa korban dilaporkan masih terjebak di dalamnya. Tim SAR dan aparat keamanan segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api.

Baca Juga :  Devi Ndolu Terpilih Sebagai Ketua Tim Koalisi SBS-WT

 

  • Bagikan