Alfons bersama seluruh anggota keluarga yang berjumlah lima orang saat ini berada di Kupang. Mereka sementara ini tinggal di kos di sekitar RSUD W.Z. Johannes.
Efi Ranti Irmina, menantu dari Alfons Mus Koban mengaku saat ini rumah mereka di kampung sudah hancur dan tidak bisa ditinggali lagi.
Dirinya mengaku belum tahu bagaimana kehidupan mereka usai sang ayah sembuh. “Kami tidak bisa kembali tinggal di rumah, katanya kami akan direlokasi, tapi belum tahu nanti bagaimana,” ungkap Efi.
Simon Petrus Kamlasi mengaku sangat prihatin dengan kondisi kepala keluarga yang terpaksa harus kehilangan kakinya dan membuat keluarga tersebut pastinya akan semakin sulit.
“Pasti tidak stabil kondisi keluarga ini. Mereka tidak punya keluarga juga di Kupang, terpaksa mereka ngekos, sangat memprihatinkan, kebun, ternak mereka tinggalkan, hanya bawa pakaian di badan,” ujarnya.
Simon Petrus Kamlasi mengaku kunjungannya ini untuk memastikan bahwa korban mendapat perawatan medis yang baik serta memastikan keluarganya memiliki tempat berteduh sementara di Kupang.
“Mereka dalam keadaan yang sangat membutuhkan, semoga banyak orang yang membantu saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi,” ujarnya
Dirinya mengatakan, bencana erupsi Gunung Lewotobi telah memberikan dirinya banyak pelajaran dan inspirasi terkait program mitigasi dan langkah penanggulangan bencana di NTT jika terpilih sebagai Gubernur.
“Bukan hanya sekedar bagaimana kita menghadapi bencana, namun juga bagaimana kita bisa menyentuh hal kebutuhan pribadi para korban bencana. Rehabilitasi harus tuntas,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











