ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Seribu Pohon Yang Ditanam Menteri Kehutanan di Penkase Kupang Tumbuh Subur

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga bibit yang telah ditanam demi kelestarian lingkungan.

“Gerakan ini sangat penting untuk menghadapi isu perubahan iklim, kemiskinan, dan ketahanan pangan. Kami sudah menerbitkan Surat Edaran tentang ‘Gerakan Hijau Sejuk Nusa Tenggara Timur Ku’ sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang lebih sehat, dengan harapan NTT Bisa, NTT Maju, dan NTT Sejahtera,” kata Andriko Noto Susanto. Penanaman Serentak di Kupang

Kegiatan penanaman serentak ini dilakukan di lahan seluas 2,5 hektar dengan total 1.000 pohon ditanam di lokasi tersebut. Penanaman 1 juta pohon ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam melestarikan alam dan menjaga ketahanan lingkungan untuk generasi mendatang.

Baca Juga :  Amnesty International: Benjamin Netanyahu Resmi Jadi Buronan

Sementara itu, Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kudolfus Tuames, SP menjelaskan, pohon yang ditanam bersama Menhut sebanyak seribu tanaman yang merupakan tanaman konservasi air. “Jenis tanaman Merbau, tanaman asli NTT, bambu untuk mengkonservasi aliran air yang ada disini, mete, dan mahoni. Untuk di NTT sendiri ada seribu pohon yang kita tanam bersama pak menteri tadi pada areal 2,5 hektare hari ini,” kata Kudolfus Tuames, SP.

Baca Juga :  Kepengurusan Budhi Candra dan Julhan Dilegitimasi Dalam Kongres JOIN

Dia menyebutkan penanaman ini akan mendapatkan perawatan, dan untuk NTT akan ditanami pohon di lahan seluas 350 hektar yang tersebar di beberapa kabupaten.

“Setelah penanaman ini akan dilakukan pemeliharaan lanjutan, untuk di NTT sendiri sekitar 350 hektar dan kita lakukan penanaman awal disini bersama pak menteri, selanjutnya sisanya akan ditanam di beberapa kabupaten,” urai dia.

Baca Juga :  Saat Tradisi Menggerogoti Gizi: Tebas Bakar dan Tingginya Stunting di NTT

Selanjutnya, Kudolfus mengatakan, pihaknya menggunakan hidrogel yang merupakan sains untuk membantu tanaman dalam memenuhi kebutuhan air di musim kemarau.

“Hidrogel tadi merupakan inovasi yang kita pakai, untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air pada saat musim kemarau. Tentunya hidrogel itu salah satu fungsinya untuk mensuplai air pada tanaman, sesuai kebutuhan sekalipun di masa kemarau”, pungkasnya.

Untuk diketahui, tanaman Merbau Sumba merupakan tanaman khas dari NTT yang dapat menampung air, saat musim kemarau panjang.

 

  • Bagikan