“Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala penipuan dan isu-isu tak bertanggung jawab yang tampak atau tersembunyi bisa dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan mempertahankan kemerdekaannya, sebulat-bulatnya. Sejengkal tanah pun tidak akan diserahkan kepada lawan, tetapi akan dipertahankan habis-habisan.
“Meskipun kita tidak gentar akan gertakan lawan, tetapi kita pun harus selalu siap sedia,” ujarnya.
“Pelihara TPNPB OPM, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. Kita masuk dalam tentara karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara,” katanya.
Menurut dia, pengabdian itu bukan tentang pangkat dan jabatan tetapi tentang ketulusan dan keikhlasan. Satu-satunya hak milik nasional yang masih utuh, meskipun harus mengalami segala macam perubahan hanyalah angkatan perang.
Untuk itu, hendaknya perjuangan harus didasarkan pada kesucian. Pihaknya percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.
“Saya ini tentara. Tentara itu pedoman hidupnya sapta marga. Kami patriot West Papua, pendukung dan pembela ideologi negara West Papua yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah. Ketenangan bangsa-bangsa, tidak dapat aman, tanpa senjata. Tentara tidak dapat dipertahankan tanpa bayaran, begitu pula bayaran tidak dapat dihasilkan tanpa pajak,” katanya.
Ia mengatakan pria pemberani bersuka cita dalam kesulitan, sama seperti tentara pemberani yang menang dalam perang. Kemenangan biasanya hanyalah untuk para perwira dan prajurit yang terus berlatih.
“WPA kuat, hebat, profesional, siap mewujudkan West Papua yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Jangan pernah kau merasa lelah untuk bangsamu ini. Berikanlah yang terbaik dengan kemampuan dan kerja kerasmu. Jagalah kami dan negara tercinta ini. West Papua milik kita, jangan pernah sampai dimiliki oleh sekutu boneka Indonesia,” katanya.
Damianus Magai Yogi menyampaikan, sungguh begitu besar perjuangan yang diberikan oleh para leluhur untuk negara dan bagi bangsa Papua, maka momentum 1 Desember sebagai hari kemerdekaan bagi rakyat Papua sejalan dengan pengakuan kemerdekaan oleh pemerintahan Belanda pada 1961.
“Bersama rakyat, dan West Papua Army kuat. Teruslah mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.
Hendaknya perjuangan rakyat West Papua harus didasarkan pada kesucian. Pihaknya percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.
“Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Papua Barat, yang telah diproklamasikan pada 1 Desember 1961, sampai titik darah penghabisan. Kami seorang prajurit, kami bertarung di mana kami diberitahu, dan kami menang di mana kami bertarung,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











