“Bulan ini kita mulai pembukaan aktivasi dapur-dapur baru. Kita ingin segera dan jangan lama-lama,” ujar Sudaryono.
Namun, percepatan dapur MBG juga dibarengi dengan pembenahan data dan tata kelola. BGN ingin memastikan perluasan program tidak membuat persoalan baru, terutama menyangkut ketepatan sasaran penerima manfaat dan efisiensi anggaran.
Sudaryono mengungkapkan BGN akan melakukan penataan terhadap data penerima MBG, termasuk sekolah yang dinilai tidak lagi menjadi prioritas serta adanya data penerima ganda.
“Ada sekitar 1.600 sekolah elite akan kita keluarkan dari daftar penerima MBG. Data double penerima MBG akan kita bereskan,” ungkapnya.
Ia mengakui pelaksanaan MBG secara nasional masih menghadapi sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi. Karena itu, menurutnya, ekspansi dapur harus berjalan beriringan dengan perbaikan sistem.
“Kita akui bahwa pelaksanaan program MBG masih banyak PR yang harus kita perbaiki,” katanya.
Sudaryono menegaskan pembenahan tersebut penting agar penambahan dapur benar-benar memperluas manfaat program, terutama kepada anak-anak sekolah yang selama ini belum terjangkau.
“Kalau kita tidak beresin tata kelola, berarti akan tambah persoalan ketika buka dapur-dapur baru,” pungkas Sudaryono
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











