ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Heboh ! Bendera Republik Maluku Selatan Kembali Berkibar di Rumah Raja Aboru, Maluku

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Mereka cuma cari makan. Power-nya tidak ada di Negeri Aboru,” tulis akun tersebut, menyindir para tokoh yang disebut-sebut telah berbalik mendukung NKRI.

Belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait pengibaran bendera RMS ini, maupun tanggapan dari pihak-pihak yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, situasi di Negeri Aboru hingga saat ini dilaporkan masih kondusif, meski aparat keamanan dikabarkan telah meningkatkan pengawasan di sejumlah titik. Sumber: Jurnalis Warga/ akun media sosial Cengkeh Merah Ap-RMS

Baca Juga :  Ingin Karir Setvov Berakhir Terhormat, Golkar NTT Dukung Munaslub

Tokoh Pejuang RMS Belanda Apresiasi dan Dukung

 Salah satu tokoh pejuang Republik Maluku Selatan ( RMS ) Anis Werinusa kepada media ini menegaskan pihaknya akan berjuang hingga tiitik darah penghabisan hingga Maluku merdeka.

“ Jaringan kami di Maluku masih sangat kuat. Kami berada dibelakang mereka terus bergerak untuk merebut kembali kemerdekaan Republik Maluku Selatan yang dicamplok pemerintah Indonesia ,” tegas Anis Werinusa.

Baca Juga :  Gubernur Melki Laka Lena Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi NTT di Ende

Sejarah Republik Maluku Selatan

Untuk diketahui, awalnya pemberontakan RMS didalangi oleh mantan jaksa agung NIT (Negara Indonesia Timur), Soumokil yang bertujuan untuk melepaskan wilayah Maluku dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada 25 April 1950, Republik Maluku Selatan ( RMS  diproklamirkan dengan J.H Manuhutu sebagai Presiden, Albert Wairisal sebagai Perdana Menteri dan para menteri yang terdiri atas Mr.Dr.C.R.S Soumokil, D.j. Gasperz, J. Toule, S.J.H Norimarna, J.B Pattiradjawane, P.W Lokollo, H.F Pieter, A. Nanlohy.

Baca Juga :  Usman Husin Desak Kementan Ganti 44,3 Ton Benih Padi Tak Layak untuk Petani NTT

Setelah dibubarkan Presiden Sukarno kala itu, para pemimpin RMS hijrah ke Belanda dan terus berjuang RMS terus berjuang, dikendalikan Presiden Alexaner Manuputy dari Amerika dan Belanda

  • Bagikan