“Tanggapan beliau sangat baik. Kami mendapat apresiasi dan bahkan arahan agar model pendekatan berbasis karakter lokal seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk target restorasi nasional, khususnya di kawasan sensitif seperti Pulau Komodo,” kata Kludolfus.
Pulau Komodo, yang menjadi habitat satu-satunya Komodo di dunia, terus menghadapi tekanan akibat kerusakan ekosistem dan perubahan iklim. Oleh karena itu, program restorasi berbasis vegetasi tahan kekeringan dan berfungsi ekologis menjadi sangat relevan.
“Kita ingin tidak hanya menyelamatkan Komodo, tapi juga memulihkan ekosistem pendukungnya. Semua makhluk hidup punya insting untuk mencari tempat terbaik berkembang biak, dan kita ingin menciptakan tempat itu,” pungkas Kludolfus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











