“Sikap kami bukan karena kepentingan membela Yerim Yos Fallo. Ini murni perjuangan membela hak wakil rakyat. Jika hal serupa terjadi pada anggota DPRD lain, kami juga akan bersikap sama,” tegasnya.
Dukungan ini juga diperkuat oleh dua Wakil Ketua DPC Pospera TTS, Absalom Sabat dan Fransiskus Missa. Mereka menegaskan bahwa siapa pun anggota DPRD yang mengalami perlakuan serupa akan mendapat dukungan yang sama dari Pospera TTS.
Fransiskus Missa mendesak Bupati TTS untuk mencopot Sekwan DPRD TTS yang dinilai memiliki kinerja buruk dan menjadi penyebab kegaduhan ini.
“Publik menilai DPRD TTS buruk, padahal ini akibat ulah Sekwan. Dialah yang bertanggung jawab atas penerbitan SPTJM yang menimbulkan polemik ini,” tegas Frans.
Ia juga mencurigai adanya praktik mafia oleh oknum elit yang merusak nama baik daerah. Karena itu, Pospera TTS akan membangun komunikasi dengan masyarakat dan berbagai organisasi untuk bersama-sama memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Di akhir pernyataannya, Frans menegaskan bahwa Pospera TTS mendukung 44 tenaga outsourcing untuk tetap bekerja di DPRD TTS, tetapi dengan kontrak kerja yang jelas.
“Kami mendukung mereka, tetapi kontrak kerja harus diperjelas agar mereka tidak kembali menjadi korban,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya menghubungi Bupati dan Sekwan terkait sikap DPC Pospera TTS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











