Dikatakannya, selain membawa peralatan seperti mobil dapur lapangan, mobil pengolahan air (water treatment), dan mobil watergen untuk menyediakan air bersih, juga melibatkan personel dari bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) serta Tim Psikologi Polda NTT.
“Pelibatan tim Dokkes dan Psikologi sangat penting, terutama dalam situasi bencana seperti ini. Tim Dokkes akan memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan medis kepada para pengungsi, sementara tim Psikologi bertugas mendampingi korban yang mengalami trauma akibat bencana,” kata Kombes De Fatima.
Ia menambahkan bahwa keberadaan tim Psikologi dan Dokkes ini diharapkan bisa meringankan beban psikologis para korban, terutama anak-anak dan lansia, yang merupakan kelompok rentan dalam situasi darurat. “Kami juga meminta seluruh personel BKO untuk bekerja dengan penuh dedikasi, menjalin koordinasi erat dengan Polres setempat dan unsur terkait, serta mengutamakan keselamatan pribadi di tengah tantangan medan yang ada,” tambahnya.
Dengan kehadiran 117 personel BKO beserta peralatan dan dukungan medis serta psikologis, Karoops Polda NTT berharap masyarakat terdampak dapat segera mendapat bantuan yang maksimal, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











