Penjabat Bupati TTS, Seperius Edison Sipa dalam laporannya menyampaikan bahwa lahan pertanian di kabupaten TTS memiliki jenis lahan basah sebesar 10,339 ha, dengan lahan fungsional sebesar 7.540 Ha sisa 2.799 Ha, sedangkan lahan kering dengan lahan potensi sebesar 207,528 Ha dengan lahan Fungsional 147.390 Ha sisa 60.138 Ha dengan total keseluruhan potensial lahan basah dan lahan kering 217,867 Ha dengan total fungsional lahan basah dan kering sebesar 154,930 Ha dengan sisa 62,937 Ha.
Terkait modal usaha untuk para Petani di kawasan persawahan Bena, Pemkab TTS terus mendorong kelompok tani/petani padi di persawahan Desa Bena untuk memanfaatkan Kredit Mikro Merdeka dari Bank NTT untuk mendukung pembiayaan pertanian.
Terkait menjaga stabilitas harga jual beras Petani dan penyerapan beras petani, Pemkab TTS juga telah melakukan komunikasi dengan Perum Bulog wilayah TTS terkait pembelian beras untuk kualitas beras medium dan premium dengan harga sesuai peraturan Badan Pangan Nasional yakni Rp 11.000/kg hingga Rp 12.000/kg.
“ Selain itu kami mendukung dan mendorong upaya teknis peningkatan mutu beras petani khususnya di persawahan Bena dengan target produksi beras dengan membuat Branddit beras ” NONA BENA” yang bila tidak terkendala beberapa minggu ke depan sudah bisa di launching penyaluran/penjualannya ,” ungkap Seperius Edison Sipa
Ia pun menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten TTS juga menyiapkan surat penegasan terkait dengan pemanfaatan lumbung pangan yang telah dibangun dimasing-masing wilayah TTS guna menyediakan cadangan Pangan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi kekurangan pangan saat bencana tak terduga.
“Saya sampaikan kepada ketua kelompok semua masyarakat kami minta dari tiap hektar menyumbang satu karung yang mungkin isinya 4 ember untuk diisi di lumbung pangan mengantisipasi rawan bencana. Ketika ada bencana paling tidak kita di sini sudah mendukung dengan 50 atau 60 karung. Saya bayangkan sekarang kita panen 557 hektar ada kurang lebih 575 karung. Itu kita siapkan untuk isi lumbung pangan dan ketika ada bencana dimana paling tidak kelompok ini sudah memberi dukungan pertama sebelum pemerintah sampai,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTT Dapil TTS, Inche Sayuna yang juga hadir pada momen tersebut menyampaikan bahwa sebanyak 72 kelompok Petani yang ada di kawasan persawahan Bena secara khusus dibina untuk bisa menggunakan dana bantuan dari Bank NTT yaitu kredit mikro Merdeka.
“Secara khusus kami sedang membina 72 kelompok tani dengan memanfaatkan bantuan kredit mikro merdeka karna untuk tantangan yang dihadapi yaitu terbatasnya modal dan kurang pasar pembeli sehingga dengan adanya kerjasama bersama Bulog diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan Petani dan kawasan persawahan Bena dengan irigasi yang besar ini dapat didorong menjadi Food Estate seperti Sumba dan Malaka ,” kata Inche Sayuna.
Kegiatan ini juga sekalian dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 5 Perwakilan Kelompok Tani dengan rincian bantuan berupa mesin Perontok Padi, Hand traktor, Pestisida, Benih Padi, Jagung, Kacang Hijau dan Holtikultura serta sarana produksi lainnya.
Turut hadir pada acara tersebut Plt. Kadis Pertanian Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, Pimpinan Perangkat Daerah Kab. TTS, Camat Amanuban Selatan, Deddy Leokuna, Perwakilan dari Pupuk Indonesia NTT, Kepala Desa Bena, Charles Nabuasa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











