ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pj. Gubernur Andriko Susanto Dorong Tingkatkan Produksi Pertanian Padi di Kabupaten TTS

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

SOE, fokusnusatenggara.com  Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. melakukan panen raya secara ritul adat di kawasan Persawahan Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumad 30 November 2024.

Dalam arahannya Andriko menyampaikan apresiasi kepada Para Petani yang ada di kawasan Persawahan Bena yang telah menggunakan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

“Panen adalah ritual yang paling menyenangkan. Ini adalah bukti kerja keras yang kita lakukan selama 120 hari kebelakang dan sekarang dapat kita nikmati hasilnya hari ini. Panennya menggunakan alsintan, sebenarnya ini adalah simbol bahwa pemerintah kita ingin transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern ,” kata Andriko Noto Susanto.

Baca Juga :  Awal September 2025 Gedung Baru BPTD Kelas II NTT Akan Dimanfaatkan

Dia menyebutkan jika luas lahannya sudah lebih dari satu atau dua hektare tenaga manusia sudah tidak cukup dibutuhkan maka dibutuhkan alsintan.

“ Jadi sudah saatnya kita bermigrasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern sehingga indeks pertanaman yang sebelumnya hanya ditanam 2 kali bisa meningkat menjadi 3 kali lipat. Untuk itu saya minta Penjabat Bupati TTS agar optimalkan  mengembangkan potensi lahan sawah kering yang masi menjadi lahan tidur ,” jelas Andriko.

Lebih lanjut ia menjelaskan dalam mendukung swasembada pangan dan program pemerintah yaitu makan siang gratis diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang ada di NTT sendiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para Petani.

Baca Juga :  Kapolri Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Renovasi Polsek Wulanggintang

“Kita sebenarnya memilki sumber pangan bukan hanya beras kita punya sumber pangan yang lain selain beras ada jagung, sorgum, ubi kayu juga yang lain. Karena dengan potensi pangan lokal yang kita miliki, dapat dilakukan diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan kita di dalam produksi pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan ,” tegas Andriko.

Lanjut Andriko, Presiden Prabowo didalam asta cita menjadikan mandiri pangan sebagai tujuan dan menargetkan dua tahun ke depan sudah bisa swasembada pangan.

“ Ini harus disupport dengan baik oleh Bupati dan semua kepala daerah se NTT beserta jajaran termasuk DPRD dan para pelaku usaha ,” katanya.

Baca Juga :  Miras Lokal NTT Sophia Berkualitas Eksport

Andriko juga mengapresiasi langkah pemerintah TTS dalam membuat kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD)  untuk dapat mengantisipasi apabila suatu waktu terjadi bencana seperti banjir dan lainnya.

“Saya senang karena pak Bupati menginisiasi setiap kecamatan memiliki lumbung pangan. Seperti kemarin kejadian di Lewotobi tiba-tiba ada erupsi gunung berapi, dan salah satu yang dibutuhkan pertama adalah pangan sehingga selain lumbung pangan masyarakat itu juga harus ada yang namanya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), sehingga kita dapat memanfaatkan cadangan pangan yang telah disediakan di masing-masing wilayah dalam kabupaten dalam menghadapi situasi-situasi bencana ,” ujar Andriko.

  • Bagikan