ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pesparani Harus Punya Dampak Untuk Kesejahteraan Masyarakat

  • Bagikan

Dia menyebutkan minggu lalu (Kamis, 9/5), meninjau venue-venue (arena-arena) yang direkomendasikan namun semuanya belum layak untuk perhelatan akbar ini. Karena itu selama satu tahun ke depan ini, tolong diatur dan direncanakan anggarannya seperti apa.

“ Kalau mau renovasi, harus berpikir tidak hanya untuk sukseskan acara ini, tetapi juga supaya standar kita NTT naik. Terutama untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Parkiran, tangganya harus ramah dengan mereka. Saya minta Bappeda memperhatikan secara serius hal ini,” pinta Julie Sutrisno Laiskodat.

Di akhir arahannya, Anggota Dewan Pengarah dalam struktur Kepanitiaan Pesparani Nasional 2020 ini juga meminta agar kegiatan tersebut juga bisa menggerakan sektor pariwisata yang menjadi prime mover ekonomi NTT. Ribuan manusia yang datang tidak mungkin hanya untuk mengikuti acara tersebut. Mereka juga pasti akan caritahu tentang NTT, khususnya Kota Kupang punya apa saja.

Baca Juga :  Bakal Dikunjungi Jokowi, Gubernur Cek Produksi Tambak Garam Nunkurus

“Pariwisata bersama Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia), tolong pikirkan paket tour yang simpel dan terjangkau supaya mereka punya pilihan untuk pesiar di sini. Kalau 12 sampai 15 ribu orang yang datang, harus juga perhatikan penginapannya. PUPR Provinsi dan Kota Kupang harus bisa petakan mana yang bisa dibedah rumahnya untuk homestay karena jumlah kamar hotel kita tidak cukup . UMKM, Koperasi dan Perdagangan harus juga pikirkan mereka mau makan apa, ole-ole yang bisa mereka bawa pulang apa saja. Petakan semua kelompok UMKM, supaya kita jualan juga agar sejahteranya kita dapat,” pungkas Julie.

Baca Juga :  Polres Malaka Siap Beroperasi Pemkab Siapkan Tempat Untuk Kantor

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pesparani Nasional, Jamaludin Ahmad dalam arahannya menyatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas persiapan sekaligus menjawab kepercayaan dari pemerintah pusat terhadap NTT dalam menyukseskan acara akbar tersebut. Kegiatan ini sesuai harapan dari Gubernur harus bisa lebih baik dan hebat dari penyelenggaraan pertama di Ambon.

“Even ini harus punya multiplier efek terutama pariwisata sebagai prime mover dan harus terkoneksi dengan Visi NTT Bangkit menuju Sejahtera. Semua perangkat daerah dan elemen terkait harus bergandengan tangan. Kita akan keluarkan surat resmi supaya semua perangkat daerah mulai memasukan perencanaan dan penganggaran untuk menyukseskan acara ini. Acara ini harus punya dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,”jelas Jamaludin Ahmad yang juga Ketua PWNU NTT ini.

Baca Juga :  Puasa Menjadi Training Fisik Dan Mental Orang Beriman

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) NTT, Frans Salem menyatakan, komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan Pesparani Nasional di Kupang yang yang dimulai 28 Oktober 2020 mendatang, sudah viral di mana-mana . Karenanya banyak orang yang mau datang dan mengikuti kegiatan ini nantinya. Pesertanya diperkirakan mencapai 12 ribu orang.

“Secara nasional juga, Pesparani di NTT memberikan warna tersendiri saat Gubernur menunjuk ketua PWNU NTT sebagai ketua panitianya. Artinya pesparani adalah (medium) merajut persaudaraan sejati. Kita ingin NTT siapkan diri dengan baik karena banyak sekali orang yang akan datang ke NTT untuk buktikan bahwa N…

  • Bagikan