“Oleh karena itu, melalui LKD dan Konferwil Fatayat NU, diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) setiap kader dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pendidikan baik di tingkat pengurus kabupaten/kota hingga ditingkat desa/kelurahan serta RT/RW sehingga membentuk kader yang berkualitas, memahami visi dan misi Fatayat NU, memiliki komitmen terhadap organisasi, serta mengembangkan potensi diri untuk menjadi pemimpin yang handal, yang punya peran aktif dalam mendukung pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan yang saya uraikan tadi,” terang Andriko.
Selain itu, Pj. Gubernur NTT juga mengingatkan agar setiap pengurus Fatayat NU juga selalu menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Provinsi NTT.
“Dan salah satu yang utama, tetap kita jaga semangat toleransi kerukunan umat beragama di NTT. Besar harapan saya dengan adanya Kegiatan LKD dan Konferwil ini, dapat memberikan kontribusi terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi kebesaran Fatayat NU di NTT dan juga berkontribusi bagi kemajuan Pembangunan NTT,” pungkas Andriko.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, dalam sambutannya menekankan pentingnya tiga indikator utama yang harus dijalankan oleh Fatayat NU.
“Saya ingin menekankan bahwa ada 3 indikator yang menjadi perhatian penting semua pengurus Fatayat NU. Pertama Penguatan Struktur Kelembagaan, Dengan telah terbentuknya 14 cabang Fatayat NU di kabupaten/kota di NTT, diharapkan setiap kader dapat membuktikan bahwa Fatayat NU adalah organisasi yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kedua Penguatan Kader. Pelaksanaan jenjang pelatihan seperti Latihan Kepemimpinan Dasar harus terus ditingkatkan untuk membangun kapasitas dan kualitas kader,” terang Margaret Aliyatul.
“Ketiga, terkait Program Kerja. Program kerja yang disusun oleh Fatayat NU itu harus berbasis isu daerah. Program kerja harus dirumuskan berdasarkan problematika daerah, khususnya dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, program harus disesuaikan dengan tantangan era kekinian yakni era digital. Oleh karena itu, para kader harus melek teknologi informasi. Sehingga dapat juga berperan dalam mengantisipasi berbagai potensi-potensi kejahatan melalui gadget, khususnya kejahatan terhadap perempuan dan anak,” tambahnya.
“Sekali lagi saya ingin pertegas bahwa, ber-Fatayat berarti berhikmah. Dengan niat tulus, apapun tantangannya dapat kita lalui bersama. Semoga melalui kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi Fatayat NU dalam menguatkan perannya di tengah masyarakat NTT serta mendukung pembangunan daerah secara holistik.” jelas Ketua Umum PP Fatayat NU ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











