ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BBWS NT 2 Tegaskan Bendungan Manikin Dipastikan Selesai Tahun 2026

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dia juga menambahkan, kendala lainnya adalah struktur tanah di lokasi bendungan sangat spesifik yakni jenis bononaro yang mempunyai sweling yang sangat besar sehingga sangat berbahaya.

“Kemarin itu rangka-rangka baja yang kita siapkan mengalami deformasi dan kita tidak bisa pakai lagi sehingga kita bongkar dan pasang kembali. Itu yang memakan waktu karena membongkar itu jauh lebih sulit dari memulai memasang dari awal,” jelas Binsar.

Untuk diketahui, Bendungan Manikin yang terletak di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT pada periode 2015 hingga 2024.

Baca Juga :  Dekranasda NTT Luncurkan Brand Minuman Haydrink

Bendungan dengan kapasitas tampung 28,20 juta meter kubik direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di Kabupaten Kupang. Bendungan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,13 MW, dan pengendalian banjir 169,45 meter kubik perdetik.

Baca Juga :  Keliru, Pernyataan Ketua SPS Terkait Data Media Di NTT

Konstruksi Bendungan Manikin mulai dikerjakan pada 2019 melalui dua paket pekerjaan senilai Rp 1,9 triliun. Paket pertama dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya (Persero) – Tbk,  PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,023 triliun.
Sementara untuk Paket kedua senilai Rp 905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT. PP (Persero) Tbk-PT. Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO).

Baca Juga :  BBWS Nusa Tenggara II Optimistis Rehabilitasi Irigasi Tahap III Rampung Sesuai Skedul

 

  • Bagikan