Ia menambahkan, kepemimpinan yang kuat lahir dari komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan. Karena itu, setiap pemimpin harus mampu membangun hubungan yang terbuka, saling percaya, dan saling menghormati di dalam satuan.
Gunawan juga mengingatkan pentingnya penerapan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) secara objektif sesuai ketentuan. Langkah itu dinilai penting untuk membangun budaya organisasi yang profesional, adil, dan berintegritas.
Selain itu, para perwira dan bintara baru diminta menjaga nama baik TNI dalam setiap tindakan, baik saat menjalankan tugas kedinasan maupun ketika berada di tengah masyarakat. Sikap prajurit, menurut dia, akan selalu menjadi cerminan institusi di mata publik.
Sebelum ditempatkan di Yonif TP 929/MMM, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan pendataan kemampuan dasar di Markas Brigif 21/Komodo. Materi yang diberikan meliputi kemampuan menembak dan renang militer sebagai bagian dari penguatan kesiapan operasional.
Sementara itu, Komandan Brigif 21/Komodo saat ini tengah mengikuti Latihan Pratugas Operasi Satuan Tugas Kosektor Barat Pengamanan Perbatasan RI–PNG Mobile Brigif 21/Komodo Tahun Anggaran 2026 di Batujajar, Jawa Barat. Oleh karena itu, pengarahan kepada para perwira dan bintara baru dipimpin langsung oleh Kasbrigif sebagai bentuk kesinambungan pembinaan personel sekaligus memastikan setiap prajurit siap mengemban tugas negara dengan profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











