Sementara itu, Kepala BPJN NTT, Janto Mangiri, menjelaskan bahwa ambruknya jembatan diduga akibat pergeseran pada struktur pondasi.
“Pondasi jembatan mengalami pergeseran sehingga tidak bisa difungsikan lagi. Saat ini kami sudah mengirim alat berat untuk penanganan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak BPJN telah menyiapkan dua langkah cepat, yakni membuka jalur alternatif melalui jalan kabupaten serta membangun jembatan sementara di sisi hilir.
“Kami sudah survei lokasi dan kondisi tanah memungkinkan untuk pembangunan jembatan darurat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera digunakan,” katanya.
Untuk penanganan permanen, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perencanaan ulang karena ruas tersebut merupakan jalan nasional.
“Perbaikan permanen membutuhkan proses desain dan penganggaran dari pusat. Sementara ini fokus kita adalah memastikan akses darurat bisa segera dibuka,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











