Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pengembangan geotermal di wilayah Flores. Pihak CHuDS bersama mitra akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengkaji hal tersebut dari perspektif pendidikan dan dinamika global.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur menegaskan bahwa geotermal merupakan energi bersih yang memiliki potensi besar bagi NTT, namun pengelolaannya harus dilakukan secara komprehensif.
“Pengembangan geotermal harus memperhatikan lima aspek utama, yaitu teknis pertambangan, lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), skema bagi hasil, serta keamanan. Saya juga berharap FGD ini melibatkan perguruan tinggi di NTT seperti Universitas Nus Cendana (Undana),” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pengembangan energi baru terbarukan harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendorong transisi energi di daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM unggul.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyiapkan SDM yang berkualitas, sehingga masyarakat NTT menjadi pelaku utama pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan energi” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











