ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT Dorong Sejumlah Program Pengentasan Kemiskinan dan Stunting di Sumba Tengah

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur Melki Dorong Sejumlah Program Pengentasan Kemiskinan dan Stunting di Sumba Tengah ( Prokompim )

Ia juga meminta agar Dinas Pendudukan dan Pencatatan sipil membersihkan data kemiskinan berdasarkan nama dan alamat, juga mendata ulang penerima bantuan dan kelompok penerima manfaat. Satu orang tidak boleh menerima lebih dari satu bantuan pemerintah.

Program lainnya yakni memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan untuk membantu orang miskin. Menurutnya KUR tidak hanya berfokus pada nasabah prioritas, tetapi juga peningkatan ekonomi rakyat kecil.

Selain itu masyarakat Sumba Tengah disarankan agar produktif dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Masyarakat Sumba Tengah juga akan diberi dengan literasi keuangan, agar bisa menggunakan uang dengan bijak baik untuk kebutuhannya maupun untuk urusan adat.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-80 RI, Pemprov NTT Gelar Kirab Budaya

Gubernur juga mendorong agar ekonomi kerakyatan juga digerakan melalui swasembada pangan, sektor-sektor produktif, dan UMKM/IKM, NTT Mart, OVOP dan OSOP.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S.K. Limu dalam sambutannya mengatakan  kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

“Kita ketahui bersama, kemiskinan dan stunting merupakan dua tantangan besar yang masih kita hadapi. Kedua persoalan ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral ataupun parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama, kolaborasi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolda NTT Pimpin Upacara Serah Terima Pejabat Utama Polda

Disamping itu Pemkab Sumba Timur memiliki program Pembangunan Pekarangan Pro Oli Mila (PK. POM) merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang pembiayaannya bersumber dari APBD meliputi bantuan ternak kambing sebanyak 3 ekor, ternak bebek sebanyak 11 ekor, benih ikan lele sebanyak 400 ekor, pengembangan lahan hortikultura seluas 2 are yang ditanami 15 jenis tanaman yang beragam, bergizi, berimbang, sehat, dan aman (B2SA).

Baca Juga :  Gunakan Pendekatan Riset, Gubernur NTT Libatkan 32 ASN Peneliti dalam Tim Pembangunan NTT

Selain stunting dan kemiskinan masalah lain yang menjadi tantangan adalah pendidikan dan kesehatan. Masih banyak anak sekolah yang harus menempuh puluhan kilometer untuk mengenyam pendidikan.

“Tahun ini kami target penurunan angka kemiskinan 2 persen. Kami akan berjuang dengan kemampuan kami. Kami harapkan kehadiran Bapak Gubernur bisa menyentuh harapan kami. Segala sesuatu yang dikerjakan untuk orang banyak pasti Tuhan berkati

  • Bagikan