ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Fransiskus Sales Sodo Dinilai Lebih Pantas Duduki Jabatan Sekda NTT

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Selama ini, jika Sekda berasal dari internal, sering muncul konflik kepentingan, baik terkait jabatan eselon II, III, maupun IV. Karena itu, figur dari luar dinilai lebih netral dan mampu menenangkan dinamika internal PNS,” jelasnya.

Ia secara terbuka menyebut pengalaman birokrasi di daerah dengan skala nasional seperti Manggarai Barat sebagai nilai tambah. Menurutnya, daerah tersebut berhasil meningkatkan PAD secara signifikan berkat kerja sama solid antara kepala daerah dan Sekda.

“PAD Manggarai Barat bahkan melampaui pendapatan provinsi. Ini menjadi peluang besar bagi NTT jika pengalaman tersebut bisa ditarik dan diterapkan di tingkat provinsi,” ujar Politisi PKB NTT ini.

Baca Juga :  Gubernur NTT Minta OPD Periksa Kembali Proyek Mangkrak

Selain itu, Yohanes juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan birokrasi di NTT. Ia menilai sudah saatnya figur-figur muda potensial diberi ruang dan tanggung jawab agar pembangunan daerah berjalan berkelanjutan.

“Kalau kita terus mengangkat orang-orang yang mendekati masa pensiun, perubahan akan sulit terjadi. Figur muda yang berpengalaman harus diberi kepercayaan agar NTT bisa terus bergerak maju,” tegasnya.

Baca Juga :  Sensus Penduduk (SP) 2020 Provinsi NTT 80 % Manual.

Meski Fraksi PKB menyampaikan pandangan secara terbuka, Yohanes menegaskan pihaknya tetap menghormati mekanisme dan keputusan akhir yang berada di tangan pemerintah pusat.

“Keputusan akhir tetap ada di Jakarta sesuai aturan BKN dan Kementerian Dalam Negeri. Siapapun yang ditetapkan nanti, kami hormati. Namun sebagai tanggung jawab politik dan moral kepada publik, PKB merasa perlu menyampaikan pandangan ini secara terbuka,” pungkasnya.

Baca Juga :  Karo Humas Pemprov NTT Terima Kunjungan DIS
  • Bagikan