“Kami percaya tanah Amfoang memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan kopi. Karena itu gereja tidak hanya melayani urusan spiritual, tetapi juga harus berdiri teguh menguatkan ekonomi jemaat dan masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong pengembangan kebun produktif, program tersebut juga diarahkan untuk melatih generasi muda menjadi petani modern yang kreatif dan inovatif. Kaum perempuan juga dilibatkan dalam pengelolaan hasil kopi dan kunyit guna meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat.
Sementara itu Ketua Sinode GMIT Pendeta Samuel Pandie menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif GAMKI NTT yang dinilai mampu menghadirkan pelayanan gereja yang kontekstual serta menjawab kebutuhan ekonomi jemaat di tengah tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











