“Syukur panen bukan hanya tentang kita bersyukur karena mendapatkan hasil. Syukur juga harus diwujudkan dengan bagaimana kita menjaga tanah, mengolahnya dengan baik dan memastikan hasilnya dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat,” jelas Yosef.
Dalam konteks itu, pemerintah daerah juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. BPS Kabupaten Kupang pada Maret 2026 mencatat pelaksanaan panen raya jagung di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, sebagai bagian dari kerja kolaboratif untuk mewujudkan swasembada pangan daerah menuju Kabupaten Kupang Emas. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan pangan daerah tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi juga pada diversifikasi pangan, termasuk jagung.
Bupati Yosef menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun. Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperjuangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk melalui komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia berharap penguatan sektor pangan dapat berjalan bersamaan dengan pembangunan pendidikan, ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kita mungkin memiliki keterbatasan anggaran, tetapi kita tidak boleh memiliki keterbatasan niat untuk bekerja. Yang penting adalah apa yang kita kerjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ibadah Syukur Panen Jemaat Imanuel Oesao kemudian menjadi momentum untuk mempertemukan dua kekuatan penting pembangunan daerah, yakni kehidupan masyarakat dan kekuatan pangan. Bagi Kabupaten Kupang, hasil panen bukan hanya soal berapa banyak produksi yang dihasilkan, tetapi bagaimana produksi tersebut mampu menjaga ketersediaan pangan, menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Kupang kini memiliki tantangan untuk memastikan potensi besar tersebut terus berkembang. Dengan produksi padi yang ditargetkan mencapai 100.000 ton pada 2026 serta penguatan produksi jagung, swasembada pangan tidak lagi sekadar menjadi slogan, tetapi diarahkan menjadi fondasi pembangunan ekonomi daerah.
Di tengah arah pembangunan tersebut, Kupang Timur menempati posisi strategis. Dari sawah dan lahan pertanian di kawasan ini, hasil panen bergerak memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pesan Bupati Yosef Lede di Oesao menjadi penting: kekuatan pangan Kabupaten Kupang harus dijaga dari hulu hingga hilir agar manfaatnya kembali kepada petani dan masyarakat.
“Kalau kita bekerja bersama, berdoa bersama dan menjaga persekutuan, saya yakin Tuhan akan membuka jalan. Mari kita selesaikan apa yang sudah kita mulai dengan baik,” pungkasnya.
Ibadah Syukur Panen Jemaat Imanuel Oesao turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kupang Saul Melkior Tameno, Kepala Dinas PMD dan P3A Jhon Sula, Kepala BPKAD Mesh Foeh, Sekretaris DPRD Kabupaten Kupang Novita Foenay, Kepala Bapperida Saryakus Paulus Liu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Oktofianus Bire, Plt. Kepala Dinas Pertanian Sarlin Lado, Camat Kupang Timur Marina Ludji, Lurah Oesao Yoan Redebire, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Oesao Dottie A.MA. Fanggidae serta para pendeta se-Klasis Kupang Timur. ( Adv)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











