“Jika sudah ada kekosongan blanko seperti ini, maka tentunya akan terjadi penumpukan berkas. Saat blanko sudah tersedia, maka kami staf di Dispendukcapil akan ramai-ramai lembur agar bisa mengejar ketertinggalan yang ada,” ungkap Agus Ririmase.
Soal pelayanan blanko KK, Agus mengatakan rata –rata setiap hari minimal melayani 500 pemohon. “ Dengan kehabisan blanko ini jelas semua berkas pemohon menumpuk. Kami harap secepatnya kondisi kekosongan blanko di Jakarta ini segera normal kembali. Agar pelayanan kepada masyarakat juga kembali normal ,” katanya.
Dia menyebutkan untuk mengantipasi kekuaran ini tidak terjadi pada tahun depan, maka pihaknya sudah merancang anggarannya untuk dibahas pada Sidang Anggaran Murni 2020 mendatang.
“ Kami sudah merancang anggarannya untuk dibahas pada siding anggaran murni tahun 2020 mendatang. Saya optimis karena ini untuk kepentingan masyarakat, pasti teman –teman di DPRD akan mengakomidir ,” kata Agus Ririmase seraya menolak menyebutkan berapa jumlah anggaran yang diusulkan.
Ririmase mengakui Dinas Dukcapil sebagai dinas yang melayani pelayanan publik, selalu didukung oleh Wali Kota Kupang. Sudah sudah didiskusikan terkait perubahan dan pembenahan yang harus dilakukan demi terwujudnya pelayanan yang lebih baik.
“ Semua aktivitas kami di Kantor Dispendukcapil kota Kupang didukung penuh oleh Pak Walikota. Beliau selalu mendorong kami untuk terus membuat gebrakan –gebrakan positif untuk melayani masyarakat. Antarnya dengan sistim menjemput bola, melayani masyarakat dilokasi Kelurahan ,” ungkap Agus Ririmase. (Ivan).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











