Nova Elim juga memaparkan bahwa sumber pendapatan RSDK Jiwa Naimata berasal dari retribusi jasa umum, seperti pelayanan rawat jalan dan rawat inap, uji kesehatan, tindakan medik psikiatri, rehabilitasi medik, penggunaan ambulans, layanan farmasi, dan laboratorium. Selain itu, terdapat pula retribusi jasa usaha lainnya, seperti pengelolaan kantin dan jasa pencucian kendaraan bermotor. Realisasi pendapatan rumah sakit dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan telah melampaui 100 persen.
Kedepan, RSDK Jiwa Naimata berencana mengembangkan diri menjadi rumah sakit umum dengan pelayanan khusus kejiwaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan penambahan tenaga dokter spesialis, antara lain dokter saraf, anestesi, neurologi, rehabilitasi medik, serta dokter umum. Pihak rumah sakit juga terus melakukan inovasi pelayanan, termasuk sosialisasi pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa secara rutin minimal dua kali setahun bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari terapi pemulihan pasien, RSDK Jiwa Naimata juga menyediakan kebun terapi yang dimanfaatkan pasien untuk bercocok tanam sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Kunjungan kerja Wagub Johni Asadoma diakhiri dengan pesan agar seluruh jajaran RSDK Jiwa Naimata terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Pelayanan di sini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Lakukan semuanya dengan hati dan kasih,” pungkas Wagub.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











