Lebih lanjut, Jems Bore menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada anak-anak, termasuk keberanian melapor jika mengalami pelecehan seksual.
“Saya sudah sampaikan kepada anak-anak di sekolah, kalau ada guru yang pegang dada atau kemaluan kalian, segera laporkan,” tegasnya.
Menurutnya, Nusa Tenggara Timur saat ini telah berada dalam zona darurat seksual. Karena itu, ia menilai sinergi antara KPA, lurah, dan camat sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya HIV/AIDS dan kekerasan seksual.
Selain itu, Jems Bore juga mengajak para orang tua agar meluangkan waktu 10–15 menit setiap hari untuk berdialog dengan anak-anak mengenai bahaya HIV/AIDS dan perilaku berisiko.
“Orangtua harus punya waktu untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak. Berikan juga pujian dan apresiasi agar mereka merasa dihargai,” pesannya.
Melalui kerja sama lintas sektor dan pendekatan keluarga, KPA Kota Kupang berharap penularan HIV/AIDS dapat ditekan dan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan reproduksi semakin meningkat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











