Kunjungan ini bukan hanya sebuah agenda internal, melainkan sebuah simbol kuat dari nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam tubuh kepolisian. Menurut Kabidhumas, kegiatan ini menunjukkan sisi humanis dan empatik dari sosok kepemimpinan di Polda NTT.
“Bapak Kapolda adalah tipe pemimpin yang tak hanya mengatur dari belakang meja. Beliau hadir langsung di tengah anggota dan keluarganya yang sedang mengalami ujian kehidupan. Ini memberi contoh kuat kepada seluruh personel,” katanya.
Memperkuat Ikatan Keluarga Besar Polri
Apa yang dilakukan Kapolda dan jajaran Bhayangkari bukan sekadar bentuk empati personal, tapi juga menjadi pesan moral bagi seluruh anggota Polri: bahwa kekuatan institusi juga terletak pada solidaritas internal yang kokoh.
“Kami berharap, Ibu Wardiana mendapatkan kekuatan dan semangat baru dari kunjungan ini. Doa dan dukungan terus kami panjatkan untuk kesembuhan beliau,” tutup Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Penutup: Wajah Lain dari Polri
Dalam keseharian yang penuh tantangan, kegiatan seperti ini menjadi penyejuk. Ia membuktikan bahwa di balik seragam dan disiplin tinggi, Polri memiliki wajah kasih yang tulus dan penuh perhatian.
Kisah ini bukan hanya cerita tentang seorang istri pejuang, tapi juga tentang keluarga besar Polri yang saling menguatkan, berjalan bersama dalam suka dan duka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











