Yerim juga menyoroti pentingnya memaknai Paskah sebagai momen pelayanan dan keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Ia percaya bahwa seorang pemimpin harus hadir dan menyentuh kebutuhan nyata rakyatnya.
“Saya ingin menunjukkan bahwa politik juga bisa menjadi jalan pelayanan. Ketika kita hadir, mendengar, dan membantu, di situlah esensi kepemimpinan,” ucap politisi yang dikenal berasal dari keluarga petani itu.
“Pembangunan rumah doa ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi simbol dari harapan dan iman yang terus tumbuh di tengah keterbatasan.”
Kehadirannya di tengah warga Oehela bukan hanya membawa bantuan material, tetapi juga membangkitkan semangat dan harapan. Di tengah medan yang sulit, kehadiran Yerim menjadi penyemangat baru yang mempererat persaudaraan umat.
“Saya percaya Paskah bukan sekadar seremoni gereja, tapi panggilan untuk menghidupi nilai-nilai Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











