Kerahkan Sonar, ROV, dan Penyelam Profesional
Untuk mempercepat pencarian korban dan bangkai kapal, Polda NTT mengerahkan peralatan berteknologi tinggi, di antaranya sonar system untuk mendeteksi objek di dasar laut, ROV (drone bawah air) untuk observasi visual, serta tim penyelam profesional Polairud yang memiliki keahlian menyelam di kedalaman tinggi.
Area pencarian juga telah diperluas hingga radius 5,25 nautical mile, dengan mengerahkan berbagai armada laut, termasuk RIB, kapal patroli KPC Ditpolairud, dan KN SAR Puntadewa milik Basarnas.
Koordinasi Internasional dan Pendampingan Keluarga
Selain operasi di lapangan, Polda NTT juga melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Spanyol, Kementerian Pariwisata, serta instansi terkait lainnya untuk pendampingan keluarga korban dan mendukung proses investigasi.
“Kami memastikan seluruh penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan berlandaskan nilai kemanusiaan,” tegas Kombes Pol. Henry.
Himbauan Keselamatan Laut
Polda NTT turut mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku wisata bahari agar memprioritaskan keselamatan pelayaran, dengan selalu memantau informasi cuaca dari BMKG, memastikan kapal dalam kondisi layak laut, serta mematuhi arahan otoritas pelabuhan.
“Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga keselamatan, agar NTT tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkas Kabid Humas Polda NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











