ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pimpin Upacara Hari Pahlawan ! Wakajati NTT Minta Saatnya Untuk Melanjutkan Api Perjuangan

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com — Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menggelar upacara peringatan yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Kejati NTT pada Senin (10/11/2025).

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Teuku Rahmatsyah bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Kejati NTT, pegawai Kejati NTT, serta pegawai Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Mengenang Perjuangan Para Pahlawan

Baca Juga :  Polda NTT Gelar Ibadah Paskah Oikumene 2025 di GMIT Kota Baru Kupang

Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakajati NTT, Teuku Rahmatsyah menyampaikan pesan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian amanat Mensos yang dibacakan.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Dalam Pengamanan Paskah 2026, Kawal 500 Peserta Prosesi Galilea di Teluk Kupang

Para pahlawan, lanjutnya, berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal — generasi penerus yang kini menikmati hasil perjuangan tersebut.

Tiga Teladan Utama dari Para Pahlawan

Dalam amanat tersebut, disampaikan tiga nilai utama yang patut diteladani dari para pahlawan bangsa, yaitu kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

Baca Juga :  Donor Darah Serentak Warnai HUT ke-74 Humas Polri, Polda NTT Kumpulkan 1.034 Kantung

“Kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu dan menyusun strategi menjadi kunci kemenangan bangsa ini. Setelah merdeka, mereka tidak mencari imbalan, tapi kembali mengabdi. Nilai kehormatan sejati bukan pada jabatan, tapi manfaat yang ditinggalkan,” ujar Teuku Rahmatsyah.

  • Bagikan