“Kami akan langsung masuk ke Flores dengan pesawat dari Pak Kapolda. Pak Kapolda ada penerbangan pesawat khusus yang kita pakai untuk memastikan beberapa kabupaten yang bisa kami singgahi, memastikan kerusakan yang terjadi,” ujar Melkianus.
Polda NTT juga disiapkan sebagai salah satu pusat pengendalian informasi penanganan bencana. Perkembangan situasi akan disampaikan melalui keterangan resmi bersama Forkopimda untuk mencegah munculnya informasi yang simpang siur.
“Pak Kapolda memutuskan setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan bencana,” katanya.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait gempa susulan dan tsunami. BMKG sebelumnya memang mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7, tetapi peringatan tersebut telah diakhiri setelah dilakukan pemantauan.
“Tolong kita jaga betul situasi ini jangan sampai lagi ada informasi-informasi yang meresahkan yang tidak jelas, tidak benar,” tegas Melki.
Masyarakat diminta mengikuti informasi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah dan lembaga resmi lainnya.
Dalam tahap tanggap darurat, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN serta operator telekomunikasi dikerahkan membantu masyarakat. Pemerintah juga meminta kontraktor yang memiliki alat berat untuk membantu membuka jalan yang tertutup longsor maupun reruntuhan bangunan. “Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” ujar Melkianus.
Selain evakuasi, pemerintah menyiapkan bantuan makanan dan beras serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk dukungan logistik dan transportasi udara. Gubernur juga meminta pelaku usaha di Flores ikut membantu masyarakat terdampak. “Bantu dulu korban, nanti hitung-hitungan terkait dengan urusan kebencanaan ini nanti bisa belakangan,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT menyatakan penanganan akan terus dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Mengenai kemungkinan penetapan status bencana nasional, pemerintah masih melakukan kajian bersama pemerintah pusat. “Kami akan terus berkoordinasi dan terus update informasi dari lapangan,” ujar Melkianus. Keselamatan warga, evakuasi korban, pembukaan akses dan penyampaian informasi yang benar menjadi prioritas dalam penanganan gempa Flores. ( Jefry )
Lima 5 korban meninggal adalah Resny ( 21 ) Faizal ( 42 ) Habibi ( 7 ), Ruslin Ahmad ( 61) dan Hamide ( 70 ) Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











