“Saat ini salah satu masalah serius dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting di Provinsi NTT adalah data yang bermasalah. Kita perlu memperbaiki data ini agar setiap program dan bantuan yang sudah disiapkan pemerintah menjadi tepat sasaran dan penerimanya,” jelasnya.
Menutup sambutannya Gubernur Melki berharap agar rapat koordinasi daerah ini dapat memberikan hasil konkret dan memberikan solusi serta dapat diterapkan kedepannya.
“Saya berharap rapat koordinasi daerah hari ini, dapat menjadi solusi dengan memberikan hasil konkret serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, daerah, dan instansi terkait lainnya untuk penanganan masalah-masalah kesahatan seperti stunting dan masalah kemiskinan, dengan memperkuat peran keluarga sebagai faktor pertama dan terutama,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT Faisal Fahmi dalam laporannya menyampaikan ProgramĀ Bangga Kencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Program ini merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, berdaya saing, serta berkarakter. Keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki posisi sentral dalam membentuk kualitas manusia Indonesia sejak tahap paling awal dalam siklus kehidupan,” ungkapnya.
Kemudian Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Nyigit Wudi Amini yang hadir secara virtual menyebutkan melalui rapat ini, pemerintah pusat ingin memastikan bahwa Program Bangga Kencana dapat dilaksanakan hingga seluruh pelosok daerah di wilayah NTT.
“Sebagai perwakilan pemerintah pusat, kami ingin memastikan bahwa Program Bangga Kencana dapat terlaksana di seluruh wilayah NTT terutama di wilayah pelosok,” tuturnya.
Sebagai rangkaian dari rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen kinerja program kependudukan dan pembangunan keluarga tahun 2026 antara BKKBN Provinsi NTT dan Pimpinan OPD yang mengurus Keluarga Berencana di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Selain itu juga ditandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, serta kerja sama dengan mitra seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Sepe Tree Learning Day Care.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah daerah. Untuk kategori penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2025 diberikan kepada Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sikka. Sementara penghargaan pengelolaan DAK sub bidang KB diberikan kepada Kabupaten Sumba Barat Daya (kategori pagu sedang) dan Kabupaten Alor (kategori pagu rendah). Apresiasi juga diberikan atas keberhasilan penyusunan dokumen pembangunan kependudukan kepada Pemerintah Provinsi NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











