Jembatan ini memiliki fungsi sangat penting bagi sekitar 50 hingga 60 kepala keluarga yang tersebar di tiga hingga empat dusun. Selain menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah, akses tersebut juga digunakan warga untuk menuju lahan pertanian serta mengangkut hasil kebun.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara personel Brimob dan masyarakat setempat. Warga menyediakan material kayu sebagai papan landasan, sementara personel Brimob membantu tenaga teknis dan pengerjaan konstruksi.
Saat ini, struktur utama jembatan telah tersambung dari kedua sisi sungai. Tahap selanjutnya adalah pemasangan pengaman serta pengecatan agar jembatan lebih kuat dan tahan lama.
Tak berhenti di Mbarata, personel Brimob juga berencana melakukan survei infrastruktur di wilayah Golomori, yang kerap terisolasi saat banjir akibat belum memiliki jembatan penyeberangan.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar warga di daerah terpencil
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











