“ Tim kami sudah memberikan petisi mengisi data akureat tentang koronologis negara Papua Merdeka yang dicaplok Indonesia. Selain itu tim juga membebeberkan jutaan pelanggaran HAM yang dilakukan Indonesia terhadap orang asli Papua ,” sebut Sebby Sambom.
Petisi tersebut kata Sebby Sambom, selain diberikan kepada staf Paus Fransiskus, juga diberikan kepada PBB melalui anggota TPNPB OPM di Amerika yang selama ini terus berjuang disana.
“ Petisi tersebut selain ke PBB, juga diberikan kepada aktivis dunia lainnya yang selama ini membantu memperjuangkan nasib bangsa Papua untuk lepaskan diri dari kolonial Indonesia ,” kata Sebby Sambom.
Sementara itu seorang aktivis di Timor Leste, Rogerio Cabral menyebutkan apa yang dilakukan warga Timor Leste saat bentangkan Bendera bangsa papua, sambut kedatangan Paus di Dili adalah hal yang wajar –wajar saja. Ini karena mereka peduli dan paham betul sesama saudara mereka di Papua, perjuangkan nasib lepas dari kolonial Indonesia.
“ Saya juga apresiasi teman –teman yang dengan gigih, sadar membantu perjuangan nasib sesama saudara di Papua. Kan fakta ada, papua itu sudah merdeka. Tetapi Indonesia mencaplok sembari mengatakan “ Bubarkan Negara Boneka Papua”. Berarti papua itu sudah negera berdaulat hanya saja direbut. Sama dengan kami, Timor Leste. 1975 sudah merdeka tetapi direbut Indonesia. Syukur kami akhirnya merdeka ,” tegas Rogerio Cabral.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











