ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

TPNPB-OPM Beberkan Simulasi Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Syarat lainnya yang disebutkan Sebby Sambom yakni seminggu menjelang hari H pembebesan pilot Philip Mark Mehrtens, semua militer Indonesia harus jauh berada 25 km dari radius, jalur yang dilalui tim yang menjemput.

“ Syarat lainnya menjelang pembebasaan, militer Indonesia harus jauh berada 25 km dari radius, jalur yang dilalui tim yang menjemput ,” kata Sebby.

Dia menyebut rencana pembebasan Philip sempat tertunda karena ada pembunuhan pilot asal Selandia Baru yang lain, Glen Malcolm Conning, pada 5 Agustus lalu.

Berdasarkan keterangan Satgas Damai Cartenz, pilot helikopter itu tewas usai ditembak oleh kelompok TPNPB OPM. Panglima Komando Operasi Gabungan Wilayah Pertahanan atau Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal Richard Tampubolon menyebut, kelompok kriminal bersenjata itu melarikan diri ke arah Nduga, Papua Pegunungan, setelah melakukan pembunuhan.

Baca Juga :  Kasus Siswi SMA di Malaka Yang Dicabuli 11 Pemuda, Empat Pelaku Masih Buron dan Masuk DPO, Inilah Mereka

“ Ini tidak benar. Bukan anggota pasukan, TPNPB OPM yang membunuh. Fakta yang kami temukan, pembunuhan pilot asal Selandia Baru itu dilakukan oleh militer Indonesia melalui proksi kelompok barisan merah putih di bawah pimpinan Lenis Kogoya ,” ungkap Sebby Sambom.

Seperti diberitakan sebelumnya, kala itu Philip Mark Mehrtens ditangkap Panglima Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogeya bersama pasukannya di Lapangan Udara Paro, di Nduga pada 7 Februari 2023 lalu saat mendaratkan pesawat jenis Pilatus Porter PC-6 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Ciduk Pelaku Bom Ikan di Semau,Sita 3 Bom Rakitan

Dia menyebutkan tindakan TPNPB OPM dalam penyanderaan dilakukan sudah sesuai standar hukum perang. Kapten pilot Philip selama setahun lebih ini dijadikan tawanan perang. Baca Juga : Penanganan TKI jadi Tanggung jawab Bersama

“Pilot Philip Mark Mehrtens mendaratkan pesawat Susi Air di wilayah perang. Pesawat ini disubsidi oleh Pemerintah Indonesia dengan program Operasi Perintis. Karena itu dia, sudah wajar kami tangkap, sandera dan tawan,” jelas Sebby Sambom.

Baca Juga :  TPNPB OPM Akan Adili Egianus dan DPO kan Warga Finlandia Yuha Christensen

Sebetulnya sebut Sebby, pembebasan pilot Philips sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun semua ini terhambat karena Pemerintah Indonesia tidak mampu membuka diri, menerima proposal kami, melakukan negosiasi damai dengan bangsa Papua, untuk membebaskan Kapten Philip.

“ Sementara pemerintah Selandia Baru yakni Menlu Winston Peters menegaskan telah menyediakan jalur, memfasilitasi pihak PBB untuk bisa menjemput pilot Philip di pedalaman Rimba Papua. Namun ini terhambat karena pemerintah Indonesia tidak merespon ,” kata Sebby Sambom.

  • Bagikan