ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Mayat Bayi di Bendungan Haekrit Belu Terungkap, Polisi Amankan Sepasang Terduga Pelaku di Kupang

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Hek
Polisi amankan sepasang kekasih pembuang mayat bayi ( Ist )

Saat menjalani interogasi awal, kedua terduga pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan tindakan tersebut. Selanjutnya mereka dibawa ke Markas Ditreskrimum Polda NTT untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik juga mengungkap fakta bahwa orang tua kedua terduga pelaku mengaku tidak mengetahui adanya kehamilan maupun proses persalinan yang dialami DSA. Temuan itu masih didalami sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat dan sinergi Tim URC Polres Belu bersama Tim URC Polda NTT dalam mengumpulkan serta menganalisis setiap petunjuk di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Selama 5 Hari Operasi Pekat, Polda NTT Berhasil Ungkap 22 Kasus Premanisme

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara Tim URC Polres Belu dengan Tim URC Polda NTT dalam melakukan penyelidikan secara profesional, ilmiah, dan berbasis alat bukti. Setiap petunjuk di lokasi kejadian dianalisis secara cermat hingga akhirnya mengarah kepada identitas para terduga pelaku,” ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Baca Juga :  Rediston Sirait Sebut YM Oknum Anggota DPRD Kabupaten Kupang dan Kuasa Hukumnya Berbohong

Henry menegaskan penyidik akan menangani perkara tersebut secara objektif dan transparan.

“Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian,” tegasnya

 

  • Bagikan