AKP Aji mengungkapkan pelaku menipu bapak angkatnya dengan alasan meminta uang untuk biaya kuliah. Beberapa kali pelaku juga meminta uang dengan alasan untuk melaksanakan tugas antaranya mengurus kenaikan pangkat dan melobi untuk diperbantukan ke BIN dan Bea Cukai. WK ini memang mempunyai bapak asuh di wilayah Bogor
“ Ternyata setelah ditangkap, diperiksa akhirnya terungkap bahwa WK ini polisi gadungan dengan pangkat Briptu. Jadi yang bersangkutan (WK) ini, karena menyamar sebagai BIN atau polisi, dia meminta uang atau ongkos untuk kuliah atau melaksanakan tugas (kepada bapak asuh),” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi, Jumat (14/2).
Disebutkan WK sempat pergi dari rumah bapak asuhnya dalam waktu lama. Namun WK kembali ke kediaman bapak asuhnya dan mengaku sudah menjadi polisi hingga bertugas di BIN.
“Untuk mendapat sejumlah uang, si WK ini berpura-pura masuk (bekerja) Bea-Cukai, kemudian menghilang. Setelah beberapa tahun menghilang dari Bogor, kemudian kembali lagi dan menyamar jadi polisi (hingga BIN),” kata Aji.
“ Kerugian korban ratusan juta. Kenapa kerugian sampai ratusan juta, jadi kalau di laporan awal ke kita, kerugian hanya puluhan juta. Hanya ketika dikembangkan ternyata ada korban lainnya, sehingga kerugiannya ratusan juta. Ini masih pemeriksaan kita lihat nanti ya seperti apa keterangannya, sementara itu. Yang jelasnya korbannya lebih dari satu orang,” jelas AKP Aji.
Aji belum menjelaskan berapa jumlah korban yang ditipu WK, sebab WK masih dalam pemeriksaan di Mapolresta Bogor Kota. Akan tetapi, salah satu korbannya merupakan bapak asuh dari WK.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










