“Kami optimistis bisa memperluas lahan menjadi lima are. Produksi nantinya akan meningkat sehingga kebutuhan dapur MBG dapat kami pasok secara lebih berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya mendukung sektor pertanian, Yusuf juga berencana memanfaatkan air dari sumur bor untuk mengembangkan budidaya ikan lele sebagai tambahan sumber penghasilan keluarga.
“Saya juga akan membuat kolam mini untuk memelihara ikan lele. Bantuan sumur bor dari Kementerian PU ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Baku dan Air Tanah I BBWS Nusa Tenggara II, Daud W. Djami, S.ST., mengatakan pembangunan sumur air baku telah selesai dan pengelolaannya kini diserahkan kepada masyarakat Desa Oebelo.
“Sumur air baku ini telah selesai dikerjakan dan pengelolaannya kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Desa Oebelo agar dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujar Daud.
Daud menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses air bersih sekaligus mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap seluruh warga menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Semoga bantuan ini dapat menjawab kebutuhan air masyarakat, tidak hanya untuk air bersih, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian. Kami berharap seluruh warga bersama-sama menjaga aset ini agar manfaatnya terus dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Daud
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











