KUPANG,fokusnusatenggara.com — Mimpi Grardus Geli yang selama ini tertunda kini menjadi kenyataan, Senin 21 Oktober 2025. Masyarakat kurang mampu di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya bisa merasakan terangnya cahaya lampu di rumah mereka sendiri. Melalui program “Light Up The Dream (LUTD): _Terangi Negeri, Wujudkan Mimpi, Menguatkan Empati”, pegawai PLN secara gotong royong menyalurkan bantuan penyambungan gratis listrik bagi 85 kepala keluarga prasejahtera di empat wilayah NTT.
Salah satu penerima manfaat, Geli Grardus (60), warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, masih teringat betapa sulitnya hidup tanpa listrik di rumahnya sendiri. Selama bertahun-tahun, ia hanya bisa menumpang listrik dari tetangga yang berbudi baik.
“Dulu kalau malam, rumah saya gelap. Saya hanya bisa menumpang dari tetangga. Kadang saya malu juga, tapi apa daya, belum ada biaya untuk pasang sendiri,” ujar Geli dengan suara bergetar. Bagi Geli, hadirnya listrik bukan sekadar menerangi rumah, tetapi membuka pintu harapan baru. Kini ia bisa menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, anak-anaknya bisa belajar lebih lama di malam hari, dan keluarganya bisa hidup lebih layak.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PLN, baik dari atasan hingga tenaga lapangan yang sudah membantu saya. Adanya penyalaan listrik ini sangat membantu saya secara pribadi. Saya berdoa agar semua jajaran PLN mendapatkan kesehatan dan beroleh rezeki yang baik. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak,” ucapnya penuh haru.
Program “Light Up The Dream” berbeda dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang anggarannya berasal dari perusahaan. LUTD lahir dari kepedulian dan kerelaan hati pegawai PLN yang melakukan donasi sukarela untuk membantu saudara-saudara yang belum mampu menyambung listrik secara mandiri. Program ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan PLN Group.
Dalam momen perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PLN menggelar penyalaan serentak sambungan listrik gratis bagi 85 kepala keluarga prasejahtera di NTT, yang tersebar di empat wilayah : PLN UP3 Kupang: 43 kepala keluarga, UP3 Flores Bagian Barat: 23 kepala keluarga, UP3 Flores Bagian Timur: 12 kepala keluarga, UP3 Sumba: 7 kepala keluarga.
Sekretaris Camat Oebobo, Niko Kale, S. Sos menyambut baik program LUTD ini sebagai bentuk kepedulian nyata PLN terhadap masyarakat kurang mampu. Ia menekankan bahwa kehadiran listrik membawa harapan baru bagi kehidupan masyarakat.
“Mari kita jadikan momen penyalaan listrik ini sebagai simbol harapan baru bagi kehidupan Bapak dan Mama, terkhususnya Bapak Geli dan seluruh penerima manfaat. Atas nama Bapak Walikota Kupang dan Ibu Wakil Walikota Kupang, serta Bapak Camat Oebobo, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak GM dan seluruh teman-teman PLN Persero,” ujar Niko.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











