ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pacu Swasembada Pangan Lewat Bupati Kupang Letakan Batu Pertama Pembangunan Drainase Pertanian

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com —   Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya membangun sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.

Bupati Kupang Yosef Lede secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan drainase sepanjang 1,449 kilometer di areal persawahan Kulodoki, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kamis (25/9/2025).

Dalam sambutannya, Yosef menegaskan pembangunan infrastruktur irigasi merupakan langkah strategis menuju swasembada pangan di Kabupaten Kupang.

“Terlalu naif kalau seorang kepala daerah tidak fokus pada pengembangan pertanian, karena 80 persen mata pencaharian di Kabupaten Kupang adalah petani. Pertanianlah yang menghidupi rakyat Kabupaten Kupang, sehingga wajib menjadi prioritas pemerintah,” tegas Yosef.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 1,449 kilometer merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian.

“Harapan saya, para petani yang sebelumnya hanya bisa menanam sekali dalam setahun, ke depan dapat menanam hingga dua kali berkat ketersediaan air dari Bendungan Raknamo,” harap Yosef.

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2025

Namun, Yosef juga mengingatkan bahwa ketersediaan air masih menjadi tantangan utama. Jika debit air belum mencukupi, petani dapat mengoptimalkan lahan dengan menanam komoditas hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat, atau komoditas pangan alternatif seperti jagung, kacang-kacangan, serta umbi-umbian.

“Ini semua bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Kupang. Karena kalau Kabupaten Kupang gagal di sektor pertanian, maka Kota Kupang pun ikut terdampak. Kota Kupang sangat bergantung pada hasil pertanian dari Kabupaten Kupang,” jelas Yosef.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kabid TPH dan Plt Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Nikson M. Balukh memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Setiap ada alokasi anggaran pertanian di tingkat provinsi, Kabupaten Kupang selalu menjadi prioritas. Bahkan dalam tahap monitoring dan evaluasi, semua perencanaan di Kabupaten Kupang bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Nikson.

Baca Juga :  Pensiunan Bank NTT Pertanyakan Status Pembayaran Dana BKK

Ia menambahkan, gerakan pangan nasional saat ini digerakkan secara masif dari pusat hingga kabupaten/kota. Hal ini sejalan dengan motto Provinsi NTT “Ayo Bangun NTT” dan tagline Kabupaten Kupang.

“Kabupaten Kupang Menuju Kabupaten Emas. Dengan tagline ini, kita bersama-sama mendukung swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

Kadis Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juariah melaporkan, pada 2025 Kabupaten Kupang mendapatkan alokasi program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 1.000 hektare dengan dana Rp4,6 miliar bersumber dari APBN.

Alokasi tersebut tersebar di tujuh kecamatan: Kupang Tengah, Kupang Timur, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Amarasi Selatan, Amarasi Timur, dan Fatuleu Barat. Sebanyak 59 kelompok tani akan menerima manfaat dari program ini.

Baca Juga :  ATM Bank NTT Sering Rusak, Nasabah Kecewa

“Oplah terdiri dari pembangunan jaringan irigasi tersier, irigasi mesin perpompaan, dan irigasi perpipaan. Tujuannya meningkatkan hasil pertanian, khususnya indeks pertanaman. Keberhasilan kegiatan ini akan menjadi tolok ukur percepatan swasembada pangan menuju Kabupaten Kupang Emas,” terang Amin.

Secara rinci, program Oplah tahun 2025 mencakup jaringan irigasi tersier sepanjang 7.333 meter, 22 unit irigasi mesin perpompaan, dan jaringan perpipaan sepanjang 3.343 meter.

Khusus di areal persawahan Kulodoki, tujuh kelompok tani akan menerima manfaat jaringan irigasi tersier sepanjang 1.499 meter dengan cakupan lahan 118 hektare.

“Dengan dukungan infrastruktur pertanian ini, petani diharapkan bisa lebih produktif dan mendukung terwujudnya Kabupaten Kupang Emas,” tutup Amin

 

  • Bagikan