Menurut dia, ketika pelanggan mendapatkan value dan return on investment yang baik, kepercayaan akan tumbuh. Dari sana dapat terbentuk hubungan jangka panjang, repeat order, referral, bahkan pelanggan yang menjadi customer advocate.
Namun, Mbah Dragon menegaskan bahwa bisnis dalam perspektif Kingdom Business memiliki batas yang tidak boleh dilanggar, yakni kebenaran dan integritas. Pelaku usaha tidak boleh menggunakan klaim berlebihan, manipulasi ataupun ketidaktahuan konsumen demi memperoleh keuntungan.
“Anak-anak Tuhan tidak boleh membangun keuntungan di atas kebohongan dan ketidaktahuan konsumen. Kita boleh mengejar profit, tetapi cara mendapatkannya harus benar,” tegasnya.
Bagi Mbah Dragon, prinsip tersebut sejalan dengan teladan Yesus yang terlebih dahulu memahami manusia, melihat kebutuhan mereka, memberikan solusi dan menghadirkan perubahan. Karena itu, bisnis seharusnya tidak berhenti pada transaksi, tetapi mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.
“Paradigmanya harus berubah. Bukan lagi ‘jual, untung, lalu layani’, tetapi ‘melayani terlebih dahulu, membangun trust, menciptakan repeat order, kemudian profit mengikuti dan pada akhirnya memuliakan Allah’,” ungkapnya.
Semangat Menjelajah, Melayani, Menginspirasi” juga diwujudkan Mbah Dragon melalui pelayanan kepada para guru. Pada 21 Agustus 2026, ia berbagi bersama 29 guru SD AMI atau Adhi Mekar Indonesia melalui sesi Experiential Learning yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.
Para guru diajak mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong mereka keluar dari zona nyaman. Melalui pengalaman Winner Effect, peserta didorong mencoba berbagai hal di luar kebiasaan untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri.
Sehari kemudian, pada 22 Agustus 2026, Mbah Dragon kembali melayani 15 guru sekolah minggu Gereja Kristen Protestan Bali Jemaat Kristus Kasih di Kantor Sinode GKPB, Jalan Sutomo. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan Gospel Magic berupa 10 trik sulap beserta perlengkapannya untuk digunakan sebagai media kreatif dalam pelayanan kepada anak-anak sekolah minggu.
Perjalanan Mbah Dragon di Bali selanjutnya akan dilanjutkan dengan kunjungan kepada para penyandang disabilitas di bawah naungan YCMU dan YBSH. Ia juga dijadwalkan menghadiri perayaan ulang tahun ke-12 YCMU pada 30 Agustus 2026 di Tampaksiring.
Di sela agenda pelayanan tersebut, Mbah Dragon juga berencana menikmati keindahan bawah laut Bali melalui aktivitas diving di Padangbai.
Seluruh rangkaian perjalanan itu menjadi refleksi bahwa bisnis, pekerjaan dan pelayanan dapat berjalan beriringan ketika ditempatkan sebagai sarana untuk menjadi berkat. Pesan utamanya sederhana: jangan mengejar keuntungan dengan mengorbankan kebenaran.
“Kalau kita memilih berjalan dalam kebenaran, mungkin ada penolakan, kebencian bahkan fitnah. Tetapi jangan takut. Ketika Tuhan sudah membuka jalan, tidak ada seorang pun yang dapat menutupnya,” pungkas Mbah Dragon
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











