KUPANG – Pesan tentang wajah Polri yang humanis kembali ditegaskan dari tempat yang sarat nilai kebersamaan. Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda NTT Kombes Pol. Albertus Andreana, S.I.K., mengajak para siswa pendidikan Polri memahami bahwa menjadi polisi bukan hanya soal kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kepedulian.
Pesan tersebut disampaikan saat Ka SPN Polda NTT bersama personel dan para siswa SPN Polda NTT mengikuti Ekaristi Minggu Kasih di Paroki Katedral Kristus Raja, Bonipoi, Kota Kupang, Minggu (25/10/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WITA itu turut diikuti anggota Bidpropam Polda NTT yang beragama Nasrani. Kehadiran para siswa Polri di tengah umat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebelum mereka nantinya terjun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Ka SPN Polda NTT, pembentukan seorang anggota Polri tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan profesional dan disiplin. Karakter, etika, toleransi serta kepedulian terhadap sesama harus tumbuh bersamaan selama proses pendidikan.
“Pengabdian Polri harus berlandaskan nilai kemanusiaan. Karena itu, pembentukan karakter harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui kemampuan profesional, tetapi juga melalui moral, etika, kepedulian dan sikap humanis,” tegas Kombes Pol. Albertus Andreana.
Ia mengingatkan para siswa bahwa masyarakat kelak tidak hanya melihat polisi dari seragam dan kewenangan yang dimiliki. Sikap, tutur kata, empati serta cara memperlakukan masyarakat juga menjadi bagian penting dari wajah institusi Polri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











