Karena itu, kegiatan Minggu Kasih dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi para calon anggota Polri untuk membangun toleransi, memperkuat persaudaraan serta menghargai keberagaman kehidupan masyarakat.
“Para siswa harus memahami bahwa tugas Polri bukan hanya menegakkan hukum dan menjaga keamanan. Ada tanggung jawab untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan penuh empati serta keteladanan,” lanjutnya.
Minggu Kasih juga menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Komunikasi yang dibangun melalui ruang-ruang sosial dan keagamaan diharapkan mampu memperkuat kedekatan sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Bagi para siswa SPN Polda NTT, pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka menyelesaikan pendidikan dan menjalankan tugas di tengah masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, suku, budaya dan kondisi sosial.
Nilai toleransi dan kepedulian tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Quick Wins Kapolri Tahun 2026, terutama dalam mendorong pelayanan kepolisian yang semakin dekat, humanis dan berorientasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polda NTT menegaskan komitmennya membentuk personel yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Kegiatan Minggu Kasih di Katedral Kristus Raja Kupang berlangsung aman dan tertib.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











